<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ardi Muluk</title>
	<atom:link href="http://www.amuluk.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.amuluk.com</link>
	<description>Ardi Muluk, Simulasi, Pemograman C, IT, Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 01:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kamu adalah pakaianku sayang..</title>
		<link>http://www.amuluk.com/kamu-adalah-pakaianku-sayang?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kamu-adalah-pakaianku-sayang</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/kamu-adalah-pakaianku-sayang#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 00:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ardi Muluk]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita & Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sakinah Mawaddah war Rahmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu hal yang harus kita sadari dan syukuri,  yaitu bahwa hanya isteri kitalah wanita yang halal kita sentuh, yang mana tempat kita menyalurkan hasrat kita secara halal, menjaga kesehatan dan kehormatan diri kita. Allah SWT berfirman:  "mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. " (Al Baqarah 187). Dengan adanya mereka, kita terpelihara oleh dosa, dengan adanya mereka, kita akan jauh dari siksa api neraka, oleh karena itulah Allah menyebutkan mereka pakaian bagi kita, demikian juga kita adalah pakain bagi mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, 1 September 2010</p>
<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/5975_1124645809966_1641775711_282097_1446687_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-802" style="border: 5px solid black; margin: 5px;" title="5975_1124645809966_1641775711_282097_1446687_n" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/5975_1124645809966_1641775711_282097_1446687_n-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Lebay.., itulah yang saya rasakan ketika mamanya dika pergi ke Pekanbaru berlibur ke rumah orang tuanya untuk seminggu dan saya harus tinggal di Padang. Kenapa lebay?, karena setiap berpisah dengan mamanya dika, selalu berapa menit sesudah itu saya merasa saangat kangen sekali dengan dia, walaupun kami sudah hampir 16 tahun menikah, perasaan sayang dan cinta Alhamdulillah selalu dihadirkan  oleh Allah SWT.</p>
<p><span id="more-807"></span></p>
<p>Bukan untuk mengatakan bahwa saya dengan mamanya dika bisa memelihara keromantisan keluarga, tidak,  karena memang kita tidak pernah membuat  acara-acara khusus untuk memelihara keromantisan dan kasih sayang, apakah seperti &#8220;candle light dinner &#8220;, memberikan bunga ataupun yang lainnya yang disarankan dalam roman-roman picisan. Tetapi  terus terang karena perasaaan butuh dan sayang yang selalu ada atas dirinya , karena saya merasa sangat memerlukan keberadaannya selalu di samping saya sebagai seorang isteri. Atau lebih jauh lagi apapun keadaannya, bagaimanapun kualitasnya sebagai pendamping kehidupan saya selama ini, keberadaannya di samping saya itulah yang paling berarti.</p>
<p>Bagi saya yang tidak habis pikir adalah sikap seorang suami yang tidak menghargai keberadaan isterinya sebagai seorang wanita apa adanya, yang lebih banyak saya lihat adalah seorang suami yang menuntut banyak agar isterinya menjadi wanita sempurna. Sehingga rumah tangga tidak lebih dari cekcok dan sandiwara.</p>
<p>Dan saya juga tak habis pikir  atas seorang laki-laki yang tidak bisa berlemah lembut di dalam memimpin isteri dan keluarganya, sehingga sampai ada istilah bapak yang galak, atau suami yang tegas, se olah-olah rumah tangga itu bagaikan sebuah kerajaan ataupun perusahaan. Sementara Allah memerintahkan kita berlaku baik terhadap isteri kita &#8220;Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang baik.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 19).  Atau sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam &#8220;Orang terbaik dan kalian ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian terhadap keluarganya.&#8221; (HR Ath-Thabrani )</p>
<p>Suatu hal yang kita para suami harus pahami bahwa bukankah kita ini laki-laki, yang telah menyatakan diri bertanggung jawab atas seorang wanita secara jasmani dan rohani? Bukankah kita telah mengikrarkan suatu sumpah dan janji ketika menikahi mereka?, sebagaimana firman Allah SWT &#8220;Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang kuat.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 21), Lalu kenapa kita tidak menghargai seorang wanita yang mau melepaskan dirinya dari tanggung jawab orang tuanya dan menyerahkan dirinya kepada kita karena kita menyatakan mau bertanggung jawab atasnya?</p>
<p>Apapun tanggapan anda terhadap pernyataan saya, saya tidak perduli, karena ketika  anda memimpin rumah tangga tetapi lebih banyak mengeluhkan isteri anda sementara dia tidak satupun berbuat dosa, maka anda sendirilah yang tidak bisa memimpinnya dan andalah yang sebenarnya mempunyai cacat di dalam rumah tangga.</p>
<p>Adapun tuntutan agar isteri menjadi isteri yang solehah, itu adalah tuntutan terhadap mereka, yang mana mereka sendiri harus memenuhinya, dan bukan merupakan tugas kita untuk menjejalkan ke muka dan telinga mereka setiap hari agar mereka menjadi seperti bidadari yang sempurna. Tugas kita adalah memenuhi kewajiban kita karena telah menyatakan diri bertanggung jawab atasnya. Dan itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam memimpin rumah tangga beliau. Beliau tidak mempermasalahkan sikap aisyah yang manja, ataupun isteri-isteri beliau lainnya. Beliau tinggal menasehati mereka dengan hasanah dan tetap menjalankan tugas beliau sebagai suami yang terbaik di dunia.</p>
<p>Ada satu hal yang harus kita sadari dan yang paling penting kita syukuri,  yaitu bahwa hanya isteri kitalah wanita yang halal kita sentuh, yang mana tempat kita menyalurkan hasrat kita secara halal, menjaga kesehatan dan kehormatan diri kita. Allah SWT berfirman:  &#8220;mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. &#8221; (Al Baqarah 187). Dengan adanya mereka, kita terpelihara oleh dosa, dengan adanya mereka, kita akan jauh dari siksa api neraka, oleh karena itulah Allah menyebutkan mereka pakaian bagi kita, demikian juga kita adalah pakaian bagi mereka.</p>
<p>Oleh karena, tidak ada salahnya kita syukuri isteri kita apa adanya dalam batas yang telah dimubahkan Allah SWT, kita pimpin mereka dengan lembut, dan kita jaga mereka dengan baik karena mereka adalah pakaian bagi kita.</p>
<p>Wallahualam bishawwab</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=807&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/kamu-adalah-pakaianku-sayang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Seorang Suami (Membentuk Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah)</title>
		<link>http://www.amuluk.com/menjadi-seorang-suami-membentuk-keluarga-yang-sakinah-mawaddah-warahmah?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menjadi-seorang-suami-membentuk-keluarga-yang-sakinah-mawaddah-warahmah</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/menjadi-seorang-suami-membentuk-keluarga-yang-sakinah-mawaddah-warahmah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 07:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Sari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita & Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Baik Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Benar Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Berbuat Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sakinah Mawaddah war Rahmah]]></category>
		<category><![CDATA[Terpuji Tercela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[Tidak selalu tuntutan untuk berbuat baik dan bersikap baik ditujukan kepada istri dalam hubungan rumah tangga. Menjadi seorang istri idaman untuk suami adalah hal yang harus dipenuhi oleh setiap wanita, karena hal ridha seorang suami pada istrinyalah yang membuat si istri/wanita tersebut mendapatkan ridha Allah, dan dengan itu menjamin tempat di surga bagi seorang wanita. Adalah kewajiban bagi seorang wanita untuk menjadi suri tauladan dan guru bagi anak-anaknya dan anak-anak suaminya. Akan tetapi disamping itu, seorang istri juga miliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/5975_1124645809966_1641775711_282097_1446687_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-802" style="margin: 5px" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/5975_1124645809966_1641775711_282097_1446687_n-200x300.jpg" alt="" width="180" height="270" /></a>Ketika seseorang menikah karena Allah, memilih pasangan karena Allah, maka sesungguhnya dia sudah melakukan pilihan yang terbaik dan sebenarnya, ia tidak akan rugi di dalam hal apapun. Akan tetapi, tidak semua kita ketika berkeluarga mempunyai persepsi yang sama antara suami isteri. Masing-masing kita dibesarkan dengan budaya, nilai dan latar belakang yang berbeda. Ini menambah kesulitan bagi pasangan ini untuk menjadi partner didalam pernikahan tersebut, karena mereka juga harus mengenal kepribadian dan sifat masing-masing&#8230;</p>
<p>Hal yang terbaik adalah menyamakan persepsi tentang pernikahan, dan kehidupan ini sesuai dengan aturan Allah SWT. Sehingga suami isteri mempunyai persepsi yang sama, dan jurang perbedaan tadi akan mengecil..</p>
<p>Ketika dia berbakti untuk keluarganya, dia mendapatkan pahala (Allah Redho), ketika pasangannya tidak seperti yang diharapkannya lalu dia bersabar, maka dia juga akan mendapatkan pahala (Ke Redhoan Allah SWT), amalnya hanya karena Allah SWT, bukan karena pasangannya. Karena bagaimanapun, harus kita sadari bahwa tidak ada manusia, termasuk diri kita sendiri, yang sempurna. Jika pasangan kita mempunyai banyak sekali kekurangan, kita pun demikian, sehingga cara yang dapat dilakukan oleh sepasang suami istri untuk mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah adalah dengan mendasarkan semua keputusan, perilaku dan perasaan kita berdasarkan Syara&#8217;, yakni berlandaskan Al Qur&#8217;an dan Sunnah Rasulullah saw semata. Bukan dengan ego, perasaan dan nafsu manusia, yang bias dan terbatas.</p>
<p>Tidak selalu tuntutan untuk berbuat baik dan bersikap baik ditujukan kepada istri dalam hubungan rumah tangga. Menjadi seorang <a href="http://www.artikelislami.com/2010/04/menjadi-istri-idaman-dunia-akherat.html">istri idaman</a> untuk suami adalah hal yang harus dipenuhi oleh setiap wanita, karena hal ridha seorang suami pada istrinyalah yang membuat si istri/wanita tersebut mendapatkan ridha Allah, dan dengan itu menjamin tempat di surga bagi seorang wanita. Adalah kewajiban bagi seorang wanita untuk menjadi suri tauladan dan guru bagi anak-anaknya dan anak-anak suaminya. Akan tetapi disamping itu, seorang istri juga miliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami.</p>
<p>Kewajiban yang harus ditunaikan juga mencakup tanggung jawab seorang suami atas seisi rumah. Islam telah membagi antara hak-hak istri dan hak-hak suami agar tidak terjadi kesalah pahaman antara keduanya. Diantara hak istri yang harus dipenuhi oleh suami adalah sebagaimana yang difirmankan Allah :</p>
<p lang="ar-SA">
<p>Artinya : &#8220;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.&#8221; (QS An-Nisa : 34)</p>
<p>Dalam hadist diatas, menegaskan peran seorang suami sebagai pemimpin dalam keluarganya. Menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas istri, atas segala kebutuhannya, baik itu kebutuhan lahir ataupun batin. Perhatian terhadap diri sang istri, peduli dan menampakkan rasa simpati kepada istri, berperilaku lemah lembut, merupakan kewajiban seorang suami, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Tampakkanlah rasa kasih sayang suami terhadap istri.</p>
<p>Seorang istri tetaplah manusia, yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa perhatian. Terkadang sebagian suami bersikap agak tidak peduli terhadap apa yang dilakukan istri. Tanpa kata-kata mesra lagi bagi istri, tanpa sentuhan lembut untuk menunjukkan simpati dan meringankan beban istri karena dengan setia telah melayaninya.</p>
<p>Setelah mempunyai dua atau tiga anak, seseorang telah merasa tua, dan merasa lebih dewasa. jika memang seseorang itu lebih tua akan lebih dewasa, seharusnya setiap orang yang berkeluarga bisa tampil lebih romantis terhadap pasangannya. Lebih dekat, dan lebih mengerti setiap apa yang diperlukan pasangannya. Bukannya bertambah renggang hubungannya,acuh tak acuh, bukan pula seperti orang lain yang seperti tidak pernah kenal.</p>
<p>Rosulullah -sholallahu &#8216;alaihi wasallam- ketika telah berumur sekitar 50-an tahun, masih tetap romantis terhadap istrinya &#8217;Aisyah -rodhiyallahu &#8216;anha-, dan beliau masih tetap perhatian dengan semua istri-istrinya.</p>
<p>Dan siapakah suami terbaik? Sabda Rosulullah -sholallahu &#8216;alaihi wasallam- :</p>
<p>Yang artinya : &#8220;sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. dan saya adalah terbaik diantara kalian terhadap keluargaku.&#8221; (HR Bukhori, Muslim dan lainnya)</p>
<p>Rosulullah -sholallahu &#8216;alaihi wasallam- telah mengatakan bahwa dialah orang terbaik diantara para sahabat-sahabatnya terhadap keluarga. Ini berarti beliau adalah sebagai panutan bagi setiap orang yang telah berkeluarga, terutama para suami, agar meniru beliau dalam mengarungi  bahtera rumah tangga. Rosulullah -sholallahu &#8216;alaihi wasallam- juga bersabda :</p>
<p>Yang artinya : &#8220;Paling sempurnanya iman diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya. Dan yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya terhadap istrinya.&#8221; (HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Inilah Hak Bersama Suami Istri</p>
<p>- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)</p>
<p>- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 &#8211; Al-Hujuraat: 10)</p>
<p>- Hendaknya menghiasi kehidupan bersama mereka dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)</p>
<p>- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan (dalam ketaatan kepada hukum syara&#8217;). (Muttafaqun Alaih)</p>
<p>Bagi suami dan/ataupun istri yang selalu ribut karena masalah kecil di dalam rumah tangganya, selalu menuntut agar pasangannya berubah demi dirinya, dan harus selalu mengerti dia, seharusnya juga memahami keterbatasan dan kekurangan masing-masing. Memang ada ketentuan-ketentuan dan sunnah-sunnah yang harus dilakukan baik dari fihak suami maupun istri, tetapi ketahuilah bahwa perubahan itu hanya bisa dimulai dari diri kita sendiri. Pahamilah bahwa hanya ada 3 pilihan di dalam rumah tangga 1. Kita berubah, memahami dan bersabar terhadap kelakuan pasangan kita, dengan jaminan akan mendapatkan ridha dan pahala yang besar dari Allah Aza wa Jalla, 2. Mengeluh terus dan minta dia yg berubah dan pada akhirnya kita tidak akan pernah merasakan ketentraman, dan kebahagiaan, 3. Cerai, dan perbuatan ini sesungguhnya adalah perbuatan halal yang tidak disukai Allah…</p>
<p>Dan bagaimanapun, pengertian, rasa kasih sayang, dan kesabaran InsyaAllah akan mendatangkan hasil yang positif bagi kita dan keluarga. Kalau pun hasilnya tidak bisa kita rasakan di dunia ini, InsyaAllah akan kita rasakan diakhirat nanti.</p>
<p>Bagaimanapun buruknya pasangan kita (menurut penilaian kita), pastilah mempunyai nilai positif bagi kita.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:-</p>
<p>“Dan bergaulah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan pada dirinya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=797&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/menjadi-seorang-suami-membentuk-keluarga-yang-sakinah-mawaddah-warahmah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Isteri Karena Allah</title>
		<link>http://www.amuluk.com/mencintai-isteri-karena-allah?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mencintai-isteri-karena-allah</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/mencintai-isteri-karena-allah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 18:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita & Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sakinah Mawaddah war Rahmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Suami yang bijak adalah orang yang mau menerima segala kekurangan yang ada pada istrinya. Ia menyadari bahwa tidak ada wanita yang sempurna, yang bisa memenuhi semua harapannya. Inilah salah satu kunci terciptanya keharmonisan rumah tangga, yang selayaknya dimiliki oleh setiap suami.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/keluarga-sakinah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-794" style="margin: 5px;" title="keluarga-sakinah" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/keluarga-sakinah.jpg" alt="" width="160" height="164" /></a>Suami yang bijak adalah orang yang mau menerima segala kekurangan  yang ada pada istrinya. Ia menyadari bahwa tidak ada wanita yang  sempurna, yang bisa memenuhi semua harapannya. Inilah salah satu kunci  terciptanya keharmonisan rumah tangga, yang selayaknya dimiliki oleh  setiap suami.<span id="more-789"></span></p>
<p>Pepatah mengatakan&#8221;tak ada gading yang  tak retak&#8221;, tak ada manusia yang sempurna. Kenyataannya memang demikian,  siapapun dia selama dia disebut anak manusia, entah wanit aataupun  lelaki, mesti ada kekurangannya, tidak ada yang sempurna dalam segala  sisi. Memang ada manusia yang mempunyai banyak kelebihan namun jumlah  merekapun sedikit.</p>
<p>RasulullahShallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Manusia  ituhanyalah seperti seratus ekor unta, yakni hampir-hampir dari seratus  unta tersebut engkau tidak dapatkan satu unta pun yang bagus untuk  ditunggangi.&#8221;(HR. Al-Bukhari no. 6498 dan Muslim no. 2547)</p>
<p>Al-Khaththabi  rahimahullahu berkata: &#8220;Mereka menafsirkan hadits di atas dengan dua  sisi.&#8221;Beliau lalu menyebutkan sisi pertama. Setelahnya beliau berkata:  &#8220;Sisi kedua: mayoritas manusia itu memiliki kekurangan. Adapun orang  yang memiliki keutamaan dan kelebihan jumlahnya sedikit sekali. Maka  mereka seperti kedudukan unta yang bagus untuk ditunggangi dari sekian  unta pengangkut beban.&#8221; (Fathul Bari,11/343)</p>
<p>Al-Imam  An-Nawawirahimahullahu menyatakan: &#8220;Orang yang diridhai keadaannya dari  kalanga nmanusia, yang sempurna sifat-sifatnya, indah dipandang mata,  kuat menanggung beban (itu sedikit jumlahnya).&#8221; (Syarah Shahih Muslim,  16/101)</p>
<p>Ibnu Baththalrahimahullahu juga menyatakan yang  serupa tentang makna hadits di atas:&#8221;Manusia itu jumlahnya banyak,  namun yang disenangi dari mereka jumlahnya sedikit.&#8221; (Fathul Bari,  11/343)</p>
<p>Dalam kaitannya dengan kehidupan keluarga juga  tidak bisa dipisahkan dengan pembicaraan tentang kekurangan dan  ketidaksempurnaan manusia ini. Kesiapan menerima pasangan hidupdengan  segala kekurangan yang ada padanya menjadi satu kemestian. Karena kita  adalah anak manusia yang tidak sempurna, menikah dengan manusia yang  tidak sempurna pula. Namun kenyataannya, dalam perjalanan rumah tangga  terkadang muncul kekecewaan yang berbuah kebencian terhadap pasangan  hidupnya karena kekurangan dimilikinya, walaupun tetap menyadari &#8220;tak  ada gading yang tak retak&#8221;.</p>
<p>Perasaan tidak sukaini bila  muncul dari pihak istri maka biasanya ia lebih bisa menekan  dan&#8221;memaksakan&#8221; dirinya untuk tetap menerima suaminya. Beda halnya bila  ketidaksukaan itu dirasakan oleh pihak suami, mungkin pada akhirnya  kebencian tumbuh di hatinya dan ujungnya vonis talak pun dijatuhkan.</p>
<p>Dari  haditsRasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di atas, kita pahami  bahwa jarangdijumpai orang yang terkumpul padanya segala kebaikan dan  kelebihan. Demikianpula pada diri wanita yang memang diciptakan dari  tulang yang bengkok, lebih jarang lagi didapatkan pada mereka segala  kebaikan. Terkadang ada wanita yang parasnya cantik namun jelek  lisannya. Terkadang ada yang ucapan dan tutur katanya manis memikat  namun tidak pandai bergaul dengan suami. Ada yang pandai bergaul dengan  suami namun tidak bisa mengurus rumahnya. Adapula wanita yang jelita,  bagus perangainya, pandai bergaul dengan suami, bisa mengatur rumahakan  tetapi ia sangat pencemburu atau tidak giat dalam ibadah.</p>
<p>Keadaan-keadaan  semisal ini harusnya dipahami oleh seorang suami agar ia tidak larut  dalam ketidaksukaan kepada istrinya, sebaliknya ia sabarkan dirinya  dengan kekuranganyang ada.</p>
<p><strong>Bersabar Terhadap Istri</strong></p>
<p>Allah Subhanahu waTa&#8217;ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Dan  bergaullah kalian dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian  bila kalian tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin  kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan pada dirinya  kebaikan yang banyak.&#8221; (An-Nisa:19)</p>
<p>Dalam  tafsirAl-Jami&#8217; li Ahkamil Qur&#8217;an (5/65), Al-Imam Abu Abdillah Muhammad  bin AhmadAl-Anshari Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: &#8220;Firman Allah  Subhanahu waTa&#8217;ala: (&#8220;Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka&#8221;),  dikarenakan parasnyayang buruk atau perangainya yang jelek, namun bukan  karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka dianjurkan (bagi si suami)  untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut, mudah-mudahan hal itu  mendatangkan rizki berupa anak-anakyang shalih yang diperoleh dari istri  tersebut.&#8221;</p>
<p>Al-Hafidz IbnuKatsir rahimahullahu berkata  dalam Tafsir-nya terhadap ayat di atas: &#8220;Yakni mudah-mudahan kesabaran  kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan),  sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang  banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat sebagaimana perkataan Ibnu  Abbas radhiallahu &#8216;anhuma tentang ayat ini: &#8220;Si suami mengasihani  (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah berikan rizki  padanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan  yang banyak.&#8221; (TafsirIbnu Katsir , 1/173)</p>
<p>Asy-SyaikhAbdurrahman  bin Nashir As-Sa&#8217;di rahimahullahu berkata: &#8220;Sepantasnya bagi kalian–  wahai para suami– untuk tetap menahan istri (dalam ikatan pernikahan)  walaupun kalian tidak suka pada mereka. Karena di balik yang demikian  itu ada kebaikan yang besar. Di antaranya adalah berpegang dengan  perintah Allah dan menerima wasiat-Nya yang di dalamnya terdapat  kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Kebaikan lainnya adalah dengan ia  memaksa dirinya untuk tetap bersama istrinya, dalam keadaan dia tidak  mencintainya, ada mujahadatun nafs(perjuangan jiwa) dan berakhlak dengan  akhlak yang indah. Bisa jadi ketidaksukaan itu akan hilang dan berganti  dengan kecintaan sebagaimana(disaksikan dari) kenyataan yang ada. Dan  bisa jadi dia mendapat rizki berupa seorang anak yang shalih dari istri  tersebut, yang memberi manfaat kepada kedua orang tuanya di dunia maupun  di akhirat. Tentunya semua ini dilakukan bila memungkinkan untuk tetap  menahan istri dalam pernikahan tersebut dan tidak timbul perkara yang  dikhawatirkan. Bila memang harus berpisah dan tidak mungkin untuk tetap  seiring bersama, maka si suami tidak dapat dipaksakan untuk tetap  menahan istrinya (dalam pernikahan).&#8221; (Taisir Al-Karimir Rahman fi  TafsirKalamil Mannan, hal. 173)</p>
<p>Sehubungan dengan  permasalahan ini, Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu mengabarkan:  &#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda:</p>
<p>&#8220;Janganlah  seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu  tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/  perangainya yang lain.&#8221; (HR.Muslim no. 1469)</p>
<p>Al-Imam  An-Nawawi rahimahullahu berkata: &#8220;Hadits ini menunjukkan larangan (untuk  membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya,  karena bila ia mendapatkan pada istrinya satu perangai yang tidak ia  sukai namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya  pada si istri. Misal, istrinya tidak baik perilakunya akan tetapi ia  seorang yang beragama atau berparas cantik atau menjaga kehormatan diri  atau bersikap lemah lembut dan halus padanya atau yang semisalnya.&#8221;  (Syarah Shahih Muslim, 10/58)</p>
<p>Dengan demikian tidak sepantasnya  seorang suami membenci istrinya dengan penuh kebencian hingga membawa  dia untuk menceraikannya. Bahkan semestinya dia memaafkan kejelekan  istrinya dengan melihat kebaikannya dan menutup mata dari apa yang tidak  disukainya dengan melihat apa yang disenanginya dari istrinya.</p>
<p>Ibnul  &#8216;Arabi rahimahullahu berkata: Abul Qasim bin Hubaib telah mengabarkan  padaku di Al-Mahdiyyah, dari Abul Qasim As-Sayuri dari Abu Bakar bin  Abdirrahman, ia berkata: Adalah Asy-Syaikh Abu Muhammad bin Zaid  memiliki pengetahuan yang mendalam dalam hal ilmu dan kedudukan yang  tinggi dalam agama. Beliau memilikiseorang istri yang buruk pergaulannya  dengan suami. Istrinya ini tidaksepenuhnya memenuhi haknya bahkan  mengurang-ngurangi dan menyakiti beliau dengan ucapannya. Maka ada yang  berbicara pada beliau tentang keberadaan istrinya namun beliau memilih  untuk tetap bersabar hidup bersama istrinya.Beliau pernah berkata: &#8220;Aku  adalah orang yang telah dianugerahkan kesempurnaan nikmat oleh Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala dalam kesehatan tubuhku, pengetahuanku dan budak  yang kumiliki. Mungkin istriku ini diutus sebagai hukuman atas dosaku,  maka aku khawatir bila aku menceraikannya akan turun padaku hukuman yang  lebih keras daripada apa yang selama ini aku dapatkan darinya.&#8221;  (Al-Jami&#8217;li Ahkamil Qur&#8217;an, 5/65)</p>
<p><strong>Sulitnya Meluruskan Kebengkokan Istri</strong></p>
<p>Seorang  suami tentunya tidak boleh berdiam diri membiarkan begitu saja  kekurangan yang ada pada istrinya. Bahkan dia harus berupaya  meluruskannya dengan lembut dan perlahan agar tidak mematahkannya.  Tentunya lurusnya istri tidak bisa sempurna karena akan tetap ada  kebengkokan padanya sebagaimana sabda Nabi Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya  wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.2 Dia tidak akan lurus  untukmu di atas satu jalan. Jika engkau bersenang-senang dengannya,  maka engkau bisa melakukannya namun padanya ada kebengkokan. Bila engkau  paksakan untuk meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, dan  patahnya itu adalah menceraikannya.3″ (HR.Al-Bukhari no. 5184 Muslim no.  1468)</p>
<p>&#8220;Mintalah wasiatdari diri-diri kalian dalam  masalah hak-hak para wanita4, karena sesungguhnya wanita itu diciptakan  dari tulang rusuk. Dan yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah  bagian paling atasnya. Bila engkau paksakan untuk meluruskannya maka  engkau akan mematahkannya. Namun bila engkau biarkan, iaakan terus  menerus bengkok. Maka mintalah wasiat dari diri-diri kalian dalam  masalah hak-hak para wanita.&#8221; (HR. Al-Bukhari no. 3331, 5186)</p>
<p>Al-Imam  An-Nawawirahimahullahu berkata: &#8220;Dalam hadits ini (ada anjuran untuk)  bersikap lembut kepada para istri, berbuat baik kepada mereka, bersabar  atas kebengkokan akhlak/perangai mereka serta bersabar dengan kelemahan  akal mereka. Hadits ini juga menunjukkan tidak disukainya menceraikan  mereka tanpa sebab dan tidak boleh terlalu bersemangat/ berlebihan untuk  meluruskan mereka, wallahu a&#8217;lam.&#8221;(Syarah Shahih Muslim, 10/57)</p>
<p>Al-Hafidz  Ibnu HajarAl-Asqalani rahimahullahu berkata: &#8220;Dipahami dari hadits ini  bahwasanya tidak boleh membiarkan istri di atas kebengkokannya, apabila  ia melampaui kekuranganyang merupakan tabiatnya dengan melakukan maksiat  atau meninggalkan kewajiban.Adapun dalam perkara-perkara mubah, ia  dibiarkan apa adanya. Dalam hadits inimenunjukkan disenanginya  penyesuaian diri untuk menarik jiwa, mengambil dan mendekatkan hati,  sebagaimana hadits ini menunjukkan pengaturan terhadap para istri dengan  memaafkan mereka dan bersabar atas kebengkokan mereka. Siapa yang  hendak meluruskan mereka, maka akan luput darinya kemanfaatan yang  diperolehdari mereka, sementara tidak ada seorang lelaki pun yang tidak  merasa butuh terhadap wanita guna memperoleh ketenangan (sakinah)  dengannya dan untuk menolongnya dalam kehidupannya. Sehingga seakan-akan  bisa dikatakan: Bernikmat-nikmat dengan wanita (istri) tidak akan  sempurna kecuali dengan bersabar terhadap mereka.&#8221; (Fathul Bari, 9/306)</p>
<p>Wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lambish-shawab.</p>
<p>1  Rahilah adalahunta yang cerdik, pilihan dan bagus untuk ditunggangi  ataupun untuk keperluan lainnya karena sifat-sifatnya yang sempurna.  (Syarah Shahih Muslim, 16/101)</p>
<p>2 Dalam hadits ini ada dalil  terhadap ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwasanya Hawa diciptakan  dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Dia  menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan Dia menciptakan dari jiwa  yang satu itu pasangannya.&#8221; (Syarah Shahih Muslim, 10/57)</p>
<p>3 Bila  engkau menginginkan istrimu untuk meninggalkan kebengkokannya maka ujung  dari perkaraini adalah berpisah (cerai) dengannya. (Fathul Bari, 6/447)</p>
<p>4  Atau dengan makna:Aku wasiatkan kalian agar berbuat kebaikan terhadap  para wanita maka terimalah wasiatku ini tentang perkara mereka dan  amalkanlah. (Fathul Bari, 9/306)</p>
<p>Sumber:http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=209</p>
<p>﻿</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=789&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/mencintai-isteri-karena-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berharap Akan Kasih Sayang Allah SWT</title>
		<link>http://www.amuluk.com/berharap-akan-kasih-sayang-allah-swt?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berharap-akan-kasih-sayang-allah-swt</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/berharap-akan-kasih-sayang-allah-swt#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 16:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Sayang Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan yang terdapat pada sebagian umat Islam saat sekarang adalah adanya khurafat bahwa Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya di akherat sehingga mereka berperilaku permisif didalam melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Jawaban yang paling sering dilontarkan bahwa Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Apabila Dia berkehendak, maka dia akan memaafkan kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ardi Muluk</p>
<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/07/00allah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-419" style="margin: 5px;" title="00allah" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/07/00allah-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kita sebagai manusia harus memahami hakekat diri kita sebagai makhluk Allah yang hina, sehingga kita tidak menyalah artikan makna dari kasih sayang Allah kepada kita, sehingga kita tidak beramal menyalahi seperti yang diinginkan oleh Allah SWT.</p>
<p>Permasalahan yang terdapat pada sebagian umat Islam saat sekarang adalah adanya khurafat bahwa Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya di akherat sehingga mereka berperilaku permisif didalam melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Jawaban yang paling sering dilontarkan bahwa Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Apabila Dia berkehendak, maka dia akan memaafkan kita.</p>
<p><span id="more-418"></span></p>
<p>Suatu hal yang sebenarnya tidak masuk akal, apabila kita manusia mengharapkan kasih sayang Allah SWT dan  mengharapkan ampunanNya, sementara kita tidak melakukan amalan yang membuat Allah sayang dan kasih kepada kita, bahkah lebih jauh lagi sesungguhnya amalan kita mendatangkan kemurkaan Allah SWT.</p>
<p>Seharusnya kita mengetahui bahwa sesusungguhnya Pengasih dan Penyayang Allah SWT sudah diwujudkan kepada  manusia dengan  menciptakan manusia dari ketiadaan menjadi ada di muka bumi ini. Kemudian memberikan manusia kenikmatan hidup, melihat, makan, minum, tidur, bahkan buang hajatpun merupakan kenikmatan bagi manusia. Lalu Allah telah menjadikan alam semesta ini untuk kesenangan manusia.</p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.&#8221; (Al Israa&#8217; 70)</p>
<p>Kasih sayang Allah juga diwujudkan dengan aturan yang telah diturunkannya kepada manusia. AlQur&#8217;an merupakan aturan yang menuntun manusia  untuk mendapatkan rahmat, yaitu kebaikan di dunia dan akherat. Sehingga manusia bisa hidup dengan damai dan bahagia di muka bumi ini dan mendapatkan keselamatan di akherat nanti.</p>
<p>“Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuham-mu sebagai petunjuk dan rahmat” (QS Al An’aam: 157)</p>
<p>&#8220;Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.&#8221; (An Nahl 89)</p>
<p>Itulah kasih sayang yang telah Allah berikan kepada manusia, kasih sayang yang luar biasa yang telah kita dapatkan sebagai makhlukNya.</p>
<p>Selanjutnya kita sebagai makhlukNya juga harus mengetahui bahwa Allah tidak menyenangi manusia yang menyia-nyiakan kasih sayangNya tersebut. Allah menjadikan perbuatan manusia di dalam mengikuti perintah atau petunjuk yang telah diturunkanNya sebagai standar apakah Dia akan sayang(redho) kepada manusia atau tidak.</p>
<p>Apabila manusia patuh kepada perintahNya  maka Dia akan redho, dan memberikan kasih sayangNya kepada makhlukNya dengan kenikmatan yang tiada tara yaitu surga yang mana mereka akan kekal di dalamnya.  Apabila manusia engkar terhadap perintah-perintahNya, maka Dia akan murka, tidak akan memberikan kasih sayangNya.</p>
<p>&#8220;(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.  Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam  syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;  dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar  ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang  ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.&#8221; An Nisaa&#8217; 13-14</p>
<p>Allah sama sekali tidak menyukai makhlukNya yang hina memperdebatkan perintahNya, sementara perintahNya tersebut adalah wujud dari kasih sayangNya.</p>
<p>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang&#8221;.  (Al Mu&#8217;min 35)</p>
<p>Bahkan Allah tidak akan segan-segan menyiksa makhlukNya. Bagi Allah itu bukanlah suatu masalah karena Dialah Sang Raja, Dialah Sang Pencipta, Dialah Sang Penguasa. Dia berbuat sekehendak hatiNya. MakhlukNya tidak ada arti bagiNya.</p>
<p>&#8220;Maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.&#8221; (Asy Syams 14-15)</p>
<p>Di dalam masalah ketaatan Allah menginginkan kepatuhan yang total dan sempurna. Dia tidak menerima kepatuhan yang setengah-setengah.</p>
<p>&#8220;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. &#8221; (An Nisaa&#8217; 65)</p>
<p>Bahkan Allah menamakan orang-orang yang mengambil sebagian-sebagian dari perintahNya sebagai orang-orang munafik, zhalim, bahkan kafir yang sesungguhnya.</p>
<p>Itulah hakekat kita sebagai makhluk, yang diciptakan oleh Zat yang memiliki diri kita sendiri. Bagi Allah, manusia ini tidak ada artinya. Bahkan di bandingkan dengan penciptaan alam semesta, manusia ini tidak ada apa-apanya.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu (manusia) lebih sulit penciptaanya ataukah langit (alam semesta)?&#8221; (An Naazi&#8217;aat 27)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&#8221;  (Al Mu&#8217;min 57)</p>
<p>Bagi manusia yang mengerti hakekat ini, maka dia tidak akan menduga-duga bagaimana dia akan mendapatkan kasih sayang Allah SWT.  Dia mengerti bahwa dirinya sebagai makhluk tidak ada artinya di hadapan Sang Maha Raja. Bahwa Allah sebagai pemilik dirinya dan nyawanya. Dia mengerti bahwa Allah bisa berkehendak apa saja terhadap dirinya. Allah bisa memberikan kesenangan kepadanya atau bisa menyiksa dan membinasakan dirinya. Karena dia sangat memahami sekali bahwa Allah Maha Berkehendak sebagai Sang Penguasa. Oleh karena itu dia sangat memahami bahwa untuk mendapatkan kasih sayang Allah di kehidupan dunia dan akherat nanti adalah dengan taat sepenuhnya kepadaNya.</p>
<p>Jadi berharap akan kasih sayang Allah di dunia dan akherat, sungguh tidak akan kita dapatkan apabila kita tidak berbuat apa-apa. Berharap akan kasih sayang Allah di dunia dan akherat, sungguh merupakan angan-angan kosong  apabila kita tidak melaksankan amalan-amalan yang akan membuat Allah memberikan kasih sayangNya kepada kita.</p>
<p>Jadi sungguh suatu hal yang aneh, jika kita menginginkan kasih  sayangNya, tetapi tidak memperdulikan perintahNya menutup aurat. Sungguh  suatu yang aneh ketika kita memohon ampunanNya tetapi kita melanggar  larangannya. Sungguh suatu  yang aneh kita memohon pertolonganNya sementara kita tidak berbuat  apapun untuk menolong tegaknya syi&#8217;ar-syi&#8217;ar agamaNya.</p>
<p>Harapan akan kasih sayangNya hanya akan kita dapatkan ketika kita mematuhi seluruh perintahNya semaksimum mungkin.</p>
<p>Wallahualam bishawwab.</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=418&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/berharap-akan-kasih-sayang-allah-swt/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.amuluk.com/mencari-kebahagiaan?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mencari-kebahagiaan</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/mencari-kebahagiaan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 00:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Kebahagiaan hanya bisa di dapat dariNya, ketika kita mengikuti semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya, Kenapa? karena hanya Dialah yang mengetahui rahasia hati kita, karena hanya Dialah yang bisa membolak-balikkan kondisi hati kita..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/walking-wandering-on-footprints-desert.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-784" style="margin: 5px; border: 2px solid black;" title="walking wandering on footprints desert" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/walking-wandering-on-footprints-desert-225x300.jpg" alt="" width="180" height="240" /></a>Saudaraku, satu hal yang selalu kita cari dalam kehidupan ini adalah yang disebut dengan &#8220;kebahagiaan&#8221;,</p>
<p>Tahukah kita bahwa hanya Allah yang meletakkan kebahagiaan dan ketenangan di hati manusia?,<br />
&#8230;<br />
Kebahagiaan hanya bisa di dapat dariNya, ketika kita mengikuti semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya, Kenapa? karena hanya Dialah yang mengetahui rahasia hati kita, karena hanya Dialah yang bisa membolak-balikkan kondisi hati kita..<br />
<span id="more-782"></span><br />
Tetapi banyak dari kita menyangka kebahagiaan ada dalam pikiran mereka sendiri.., banyak dari kita yang berpikir bahwa kebahagiaan adalah sesuai dengan keinginan mereka sendiri dan akan di dapat dengan mengejar apa-apa yang mereka inginkan..</p>
<p>Sehingga tidak sedikit dari kita yang bersusah payah dalam perjuangan mencapai apa yang mereka sangka &#8220;kebahagiaan&#8221;,<br />
tetapi<br />
setiap mereka mencapai puncak pendakian mereka, mereka belum temukan kebahagiaan,<br />
setiap mendapatkan apa yang mereka inginkan, selalu berbuah dengan kesedihan,<br />
kesedihan bertukar dengan kesedihan</p>
<p>Tidakkah kita melihat begitu banyak orang yang mengutuk hartanya sendiri?<br />
tidakkah kita melihat orang-orang terkenal yang bersusah payah hanya untuk belajar &#8220;senyum kepalsuan&#8221;?<br />
tidakkah kita melihat begitu ramainya pusat hiburan, karena mereka tidak menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?</p>
<p>Saudaraku.., kita sesungguhnya tidak akan pernah bisa menciptakan kebahagiaan yang hakiki.., karena bukan kita yang merajai hati..</p>
<p>Orang-orang yang mencari kebahagiaan yang tidak datang dariNya.. bagaikan orang yang minum air asin dari laut.., setiap dia berusaha mereguk setiap tegukkan air, semakin lama semakin haus..</p>
<p>Orang-orang yang mencari kebahagiaan menurut dirinya sendiri, bagaikan musafir berjalan di padang pasir yang tak pasti, setiap mengejar oase yang dilihatnya, yang didapatnya hanyalah fatamorgana, yang didapatkanny hanyalah kebahagiaan semu..</p>
<p>Allah Sang Raja, penguasa hati kita, berpikirlah untuk mengerti apa yang diinginkanNya dari kita.. sehingga dia akan menurunkan kebahagiaan yang hakiki.. dan memberikan ketenangan di hati..</p>
<p>&#8220;Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. &#8221; (Ar Ra&#8217;d 29)﻿</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=782&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/mencari-kebahagiaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUKSES ITU BERSINERGI, BUKAN BERSETERU : BELAJAR DARI KONGRES ANGGOTA TUBUH</title>
		<link>http://www.amuluk.com/sukses-itu-bersinergi-bukan-berseteru-belajar-dari-kongres-anggota-tubuh?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=sukses-itu-bersinergi-bukan-berseteru-belajar-dari-kongres-anggota-tubuh</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/sukses-itu-bersinergi-bukan-berseteru-belajar-dari-kongres-anggota-tubuh#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 08:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Sukses itu didapat dari bersinergi, bukan berseteru. Begitu juga dalam bisnis kita. Nah, cobalah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/sinergi.thumbnail.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-763" style="margin: 5px;" title="sinergi.thumbnail" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/sinergi.thumbnail.jpg" alt="" width="107" height="119" /></a>Kisah bermula di sebuah Kongres Anggota Tubuh Manusia. Pak Jantung memimpin sesi sidang “Pemberian Penghargaan Pada Anggota Tubuh Manusia Terpenting Tahun ini”. Dalam pidato pengantarnya, Pak Jantung berkata ,”Saudara-saudaraku sesama anggota tubuh, sebagaimana kita tahu tuan kita sangat menginginkan kinerja kesehatannya meningkat tahun ini. Peningkatan ini hanya mungkin, kalau kita semua memperbaiki kinerja masing-masing. Nah, untuk memicu dan memacu peningkatan kinerja itu, tuan kita berkenan memberikan penghargaan kepada anggota tubuh terpenting. Untuk itu, kita harus menentukan siapa di antara kita yang layak untuk mendapatkannya.”<br />
<span id="more-761"></span><br />
Sidang seketika hening. Semua bingung karena sulit untuk menentukannya. Mas Mata merasa dirinya paling penting, karena tanpa dirinya, tuannya pasti akan kelimpungan ketika berjalan. Jeng Bibir juga merasakan hal yang sama, karena dialah juru bicara andalan tuannya. “Coba kalau saya mogok kerja, pasti tuan dikira bisu!”. Pak Jantung tak mau kalah. “Kalau saya mau mogok kerja 1 detik saja, dunia pasti kiamat Bung!” Akhirnya, ruangan kongres pun gaduh. Gaduh sana dan gaduh sini.</p>
<p>Sesaat kemudian, Pak Jantung mengetuk meja sidang. “Diam semua. Setelah saya pikirkan masak-masak, sulit bagi kita untuk mencari siapa yang paling penting. Bagaimana kalau sebaliknya, kita cari saja  siapa yang paling tidak penting” Pak Jantung berbicara semangat sekali sambil melirik salah satu peserta yang pendiam, yakni Bang Lubang Kentut. Upsss. Tak dinyana, semua koor, “setujuuuu!” Akhirnya secara aklamasi, pilihan jatuh bulat-bulat pada – siapa lagi kalau bukan -  Bang Lubang Kentut! Serta merta Bang Lubang Kentut protes mengajukan PK, Peninjauan Kembali. Tapi sia-sia saja. Protes Bang Lubang Kentut tenggelam dalam keriuhan sidang. Dan tak lama sidang pun usai.<br />
Bang Lubang Kentut terdiam. “apa yang aku lakukan untuk tuanku, ternyata tak berharga sama sekali”, batinnya. “Baiklah. Akan aku tunjukkan bahwa apa yang mereka putuskan itu salah besar!”</p>
<p>Maka, mulailah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sang tuan pun demam. Kadang panas kadang dingin. Satu per satu anggota tubuh unjuk sakit. Pak Jantung mengeluh, detak jantungnya lain dari biasanya. Yang biasanya berirama pop, kok mendadak berubah ada cengkok dangdutnya. Jeng bibir meradang,  setiap kali bertugas pasti orang di sekitar tuannya ramai-ramai menutup mulutnya masing-masing. “Ada bau tak sedap”, kata mereka. Mas Mata juga begitu. “Aku sering kelilipan dan berkunang-kunang, padahal tak ada kunang-kunang yang hinggap pada diriku. Kenapa ya?” Lalu, semua berkumpul. “Ya…ya…ya… kami juga!” Sungguh tidak seperti biasanya.</p>
<p>Mereka pun menunjuk tim investigasi untuk menuntaskan kasus ini. Setelah mendapat petunjuk dari sejumlah saksi, tim pun menangkap  Bang Lubang Kentut sebagai satu-satunya tersangka. Akhirnya, di hadapan majelis hakim,  Bang Lubang Kentut pun mengakui bahwa ini semua terjadi karena dirinya melakukan mogok kerja. Jika tuannya ingin kentut, ia tak merespon. Kalau tuannya ingin BAB, ia cuek saja. Pokoknya ibarat keran air, dirinya mengunci rapat-rapat keran itu. Mbah Kumis, ketua majelis hakim yang berwibawa pun bertanya, “Jujurlah padaku. Apa sebenarnya yang kamu inginkan ?</p>
<p>Bang Lubang Kentut terbata-bata, “saya ingin menyadarkan semua pihak, meskipun posisi saya di bawah, tak elok dipandang, bukan berarti saya lantas tidak penting. Semua anggota tubuh sama pentingnya. Sudah sepantasnya kita saling sinergi sesuai dengan core-nya masing-masing”.</p>
<p>Sukses itu didapat dari bersinergi, bukan berseteru. Begitu juga dalam bisnis kita. Nah, cobalah.</p>
<p>Dikutip Buku Motivasi Metanoiac Islami<br />
Be The Best, not ‘be asa’, M. Karebet Widjajakusuma, Gema Insani</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=761&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/sukses-itu-bersinergi-bukan-berseteru-belajar-dari-kongres-anggota-tubuh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Muslimah Produktif Dari Rumah</title>
		<link>http://www.amuluk.com/menjadi-muslimah-produktif-dari-rumah?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menjadi-muslimah-produktif-dari-rumah</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/menjadi-muslimah-produktif-dari-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 02:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Sari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita & Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Berkeluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sakinah Mawaddah war Rahmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi wanita shalihah adalah idaman setiap muslimah. Karena wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, mengalahkan tumpukan emas, intan dan permata serta perhiasan dunia apa pun. Juga, hanya wanita shalihahlah yang mampu melahirkan generasi rabbani yang selalu siap memikul risalah Islamiyah menuju puncak kejayaan. Namun, menjadi wanita shalihah bukanlah perkara mudah. Alhamdulillah, Allah SWT yang Maha Kasih telah menyiapkan perangkat-perangkat arahan bagi semua muslimah untuk dapat menjadi wanita shalihah..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/19958_100993569932096_100000643598927_26210_6402120_n1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-769" style="margin: 5px" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/19958_100993569932096_100000643598927_26210_6402120_n1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait (keluarga rumah tangga Nabi SAW) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”(QS Al Ahzab (33): 33)</p>
<p>Menjadi wanita shalihah adalah idaman setiap muslimah. Karena wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia, mengalahkan tumpukan emas, intan dan permata serta perhiasan dunia apa pun. Juga, hanya wanita shalihahlah yang mampu melahirkan generasi rabbani yang selalu siap memikul risalah Islamiyah menuju puncak kejayaan. Namun, menjadi wanita shalihah bukanlah perkara mudah. Alhamdulillah, Allah SWT yang Maha Kasih telah menyiapkan perangkat-perangkat arahan bagi semua muslimah untuk dapat menjadi wanita shalihah, di antaranya melalui ayat di atas.</p>
<p>Memuliakan wanita bukanlah membelenggu. Perintah untuk Mulaazamatul Buyut (menetap di rumah) dalam ayat di atas meskipun secara konteks ditujukan bagi para isteri Rasulullah SAW, tetapi juga berlaku untuk semua muslimah sampai akhir zaman. Meski demikian, perintah ini tidak boleh dimaknai bahwa wanita sama sekali dilarang ke luar rumah. Sebab, Nabi SAW pernah bersabda: “Janganlah kalian larang kaum wanita pergi ke masjid-masjid Allah” (Muttafaq ˜Alaih).</p>
<p>Imam Malik dalam kitabnya Al Muwaththa meriwayatkan bahwa Aisyah RA pernah keluar rumah membesuk ayahnya, Abu Bakar RA yang sedang sakit. Sebagian isteri Nabi SAW juga pernah keluar rumah demi menunaikan ibadah haji maupun ikut dalam perjalanan perang fi sabilillah bersama Rasulullah SAW.</p>
<p>Karenanya perintah dalam ayat di atas harus dimaknai sebagai isyarat bahwa rumah adalah tempat asal kehidupan kaum hawa sehingga keberadaannya di luar rumah hendaknya tidak boleh menjadi prioritas utama hingga kemudian mendominasi kehidupannya.</p>
<p>Perlu diartikan bahwa perintah menetap di rumah adalah dalam rangka memuliakan diri wanita serta memperkokoh posisi dan kehormatannya. Sama sekali bukan untuk membelenggu dan merendahkan wanita sebagaimana sering disuarakan oleh para propagandis gerakan feminisme.</p>
<p>Dengan fokus tinggal di rumah, muslimah tentu lebih dapat berkonsentrasi dalam mentarbiyah dan mendidik anak, menciptakan suasana rapi, indah dan nyaman, serta mampu mencurahkan perhatian kepada anggota keluarganya sehingga mereka semua dapat merasakan suasana rumah bak syurga.</p>
<p>Berkesesuaian dengan itu, maka dalam Islam tanggung jawab mencari nafkah pun tidaklah dibebankan kepada isteri, melainkan menjadi kewajiban suami.</p>
<p><strong>Kontraproduktif Feminisme</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Jika di negara-negara Islam para penyeru gerakan feminisme amat antusias mempropagandakan feminisme dan <a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/28982_1350306529321_1581105536_836292_3643189_n.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-770" style="margin: 5px" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/28982_1350306529321_1581105536_836292_3643189_n-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>gender, di negara Barat sinyal gerakan ini justru semakin meredup karena sudah terasa dampak negatif yang ditimbulkan dari gerakan ini di lapangan kehidupan. Di balik kemajuan pasrtisipasi angkatan kerja wanita di dunia maskulin, tidak sedikit dari kalangan cendekiawan Barat yang mengkritik bahwa kondisi wanita bukan menjadi lebih baik, melainkan menjadi memburuk. Dalam buku A Lesser Life: The Myth of Womens Liberation America (1986), Sylvia Hewlett mengulas dengan rinci kondisi wanita yang menyedihkan karena adanya gerakan feminisme. Istilah feminization of poverty (pemiskinan wanita) semakin terdengar pada pertengahan tahun 1980-an (Membincang Feminisme, h. 211, Risalah Gusti, 1996).</p>
<p>Bahkan, Miles Markjanli, penulis Amerika kenamaan, menyuarakan dengan lantang agar kaum hawa kembali ke rumah. Dalam makalah berjudul Rumah ¦ Kerajaan Perempuan Tanpa Sengketa, ia menulis: Aku selalu berupaya meyakinkan para perempuan bahwa mereka lebih berhak untuk berlaku sebagai pendidik di rumah ..</p>
<p>Apa yang sudah terungkap di atas, semakin meyakinkan kita terhadap kebenaran taujih Ilahi dalam ayat tersebut. Dan pelanggaran terhadap perintah Allah SWT jelas akan menimbulkan ˜bencana di semua aspek kehidupan.</p>
<p>Tafsir Tabarruj Al Jahiliyyah Al Ula Ibnu Katsir saat menafsiri ayat ini memaparkan bentuk-bentuk ˜tabarruj di zaman jahiliyah. Di antaranya seperti dikatakan Imam Mujahid: Dahulu wanita keluar rumah berjalan (bercampur) di antara kaum lelaki. Inilah tabarruj jahiliyah! Sementara Imam Qatadah melihat tabarruj jahiliyah pada gaya wanita yang berjalan dengan lenggak-lenggok memancing birahi. Sedangkan Imam Muqaatil bin Hayyaan berpendapat, bahwa tabarruj itu adalah ketika wanita melempar kerudungnya ke kepalanya tanpa mengikatnya sehingga terlihatlah rambut, perhiasan dan lehernya! (Tafsir Ibnu Katsir IV/218).</p>
<p>Beragam pandangan yang dikemukakan ini telah memberi gambaran pada kita bahwa tabarruj di masa jahiliyah yang diterapi oleh Al Quran adalah untuk mensucikan masyarakat Islam dari dampak-dampak negatif yang bisa ditimbulkannya serta menjauhkan manusia semua dari benih-benih fitnah (syahwat).</p>
<p>Maka, memahami ayat dan penafsiran soal ini dapat menjadi pijakan setiap muslimah dalam beraktifitas, sehingga membawanya kepada kecantikan ruhiyah, kecantikan kehormatan dan kecantikan perasaan.</p>
<p><strong>Produktif dari Rumah</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Yang amat menarik untuk diperhatikan dalam ayat di atas adalah bersamaan dengan perintah menetap di rumah, Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita agar rajin mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Ini memberikan pemahaman kepada kita, bahwa menetap di rumah tidaklah identik dengan pasif, statis, mandeg dan stagnan. Sama sekali tidak! Justru rumah hendaknya menjadi ˜perusahaan bagi berbagai ˜proyek-proyek besar yang mampu memproduksi berbagai macam amal kebajikan untuk kemaslahatan diri muslimah sendiri (seperti shalat) juga kemaslahatan bagi orang lain dan lingkungannya (seperti zakat).</p>
<p>Dengan demikian, sesungguhnya ayat di atas secara tegas menganjurkan muslimah agar menjadi sosok yang selalu produktif dan kreatif di rumah. Produktifitas dan kreatifitas ini pun hendaknya tidak selalu dikaitkan dengan dengan hal-hal yang bersifat materi orientied, melainkan juga mencakup hal-hal yang bersifat spiritual.</p>
<p>Aneka busana dan perlengkapannya, misalnya, sering menjadi produk ˜home industri yang mudah digarap kaum muslimah dari rumah. Begitu pula aktifitas lain yang dengan kemudahan teknologi masa kini memungkinkan untuk dilakukan dari rumah. Yang demikian ini sah-sah saja dan tidak menyalahi aturan Islam.</p>
<p>Namun, tentunya akan sangat berarti dan memiliki nilai ˜jual yang tinggi di sisi Allah SWT manakala sentuhan halus tangan-tangan muslimah itu juga dapat ˜memproduksi generasi rabbani, pembawa panji suci yang rajin mengaji dan merespon panggilan Ilahi seperti shalat. Jika ini yang terjadi, maka terwujudnya negeri seperti digambarkan dalam Al Quran; Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur, bukanlah mimpi. Insya Allah…</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=767&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/menjadi-muslimah-produktif-dari-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do not despair from the Mercy of Allah SWT</title>
		<link>http://www.amuluk.com/do-not-despair-of-the-mercy-of-allah-swt?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=do-not-despair-of-the-mercy-of-allah-swt</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/do-not-despair-of-the-mercy-of-allah-swt#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 13:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahma Sari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Contemplation]]></category>
		<category><![CDATA[Contemplation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Grace of God on this earth that has been allocated for all His creatures, only one part that has been handed down by Allah SWT, and still there are 99 part of God's grace still stored for His creatures in akherat later. Indeed, mercy is only one part, it has been over-much for all the creatures on this earth.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/34543_133436186693421_100000811223133_152135_3386774_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-750" style="margin: 5px;" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/34543_133436186693421_100000811223133_152135_3386774_n-202x300.jpg" alt="" width="202" height="300" /></a>My friend, Grace of God on this earth that has been allocated for all His creatures, only one part that has been handed down by Allah SWT, and still there are 99 part of God&#8217;s grace still stored for His creatures in akherat later. Indeed, mercy is only one part, it has been over-much for all the creatures on this earth.</p>
<p>Therefore, we must always be optimistic for His grace to pursue, and pursue happiness hereafter by obedience to Him and also help his religion. And do not forget to be careful not to violate the restrictions that come from Him because we will get his punishment so that the loss of His grace of which still left it later on the Day of the hereafter.</p>
<p>As bad as anything we have done, but as long as we do not ascribe to Allah SWT, InsyaAllah, Allah&#8217;s mercy is always open doors for us, we must not despair, as He says: ” Say: &#8220;O &#8216;Ibadi (My slaves) who have transgressed against themselves (by committing evil deeds and sins)! Despair not of the Mercy of Allah, verily Allah forgives all sins. Truly, He is Oft-Forgiving, Most Merciful.&#8221; (Az Zumar: 53).</p>
<div>The Prophet SAW says:</div>
<div>&#8220;Verily, Allah has mercy (compassion) one hundred parts, then held in His hand was ninety-nine sections and lowered one section for all His creatures, if unbelievers know any mercy (compassion) in the sight of Allah , they would not be dismayed to gain heaven, and if the believers are aware of any punishment from Allah, then he would not feel safe from hell. &#8221; (Bukhari)</div>
<p>The Prophet SAW says:&#8221;Verily, Allah has mercy (compassion) one hundred parts, then held in His hand was ninety-nine sections and lowered one section for all His creatures, if unbelievers know any mercy (compassion) in the sight of Allah , they would not be dismayed to gain heaven, and if the believers are aware of any punishment from Allah, then he would not feel safe from hell. &#8221; (Bukhari)</p>
<p>Therefore, continue to improve. The love of Allah is much greater than his wrath ..  Wallahualam bishawwab</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=749&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/do-not-despair-of-the-mercy-of-allah-swt/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekhilafahan adalah sunnah Rasulullah SAW</title>
		<link>http://www.amuluk.com/kekhilafahan-adalah-sunnah-rasulullah-saw-2?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kekhilafahan-adalah-sunnah-rasulullah-saw-2</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/kekhilafahan-adalah-sunnah-rasulullah-saw-2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 04:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amuluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW menyeru ke Jalan Allah dengan bashirah (hujjah yang nyata) di Mekah Al Mukarramah. Menyeru agar umat manusia menerapkan Islam secara praktis dan kaffah dalam kehidupan individu, bermasyarakat dan bernegara, sampai Allah memberikan pertolongannya kepada beliau dengan berdirinya Daulah Islam pertama di Madinah Al Munawarah, dimana Islam diterapkan secara nyata dan menyeluruh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/1-khilafah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-742" style="margin: 5px;" title="1 khilafah" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/1-khilafah-226x300.jpg" alt="" width="226" height="300" /></a>Ikhwani Fillah Rahimakumullah. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT  untuk membawa agama Islam yang agung ini tidak disambut hangat dengan  lisan saja, melainkan untuk diterapkan dalam kehidupan umat manusia di  muka bumi ini. Untuk itu diperlukan sebuah negara yang akan menegakkan  semua ketentuan Islam dan menerapkan hukumnya. Negara yang berjihad  dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan semuanya, menegakkan keadilan dan  menyebarkan keabaikan di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Rasulullah SAW menyeru ke Jalan Allah dengan bashirah (hujjah yang  nyata) di Mekah Al Mukarramah. Menyeru agar umat manusia menerapkan  Islam secara praktis dan kaffah dalam kehidupan individu, bermasyarakat  dan bernegara, sampai Allah memberikan pertolongannya kepada beliau  dengan berdirinya Daulah Islam pertama di Madinah Al Munawarah, dimana  Islam diterapkan secara nyata dan menyeluruh.<span id="more-745"></span></p>
<p>Apa yang beliau ajarkan dan contohkan tetap dijalankan oleh para  Khulafa’ Rasyidin sesudahnya dan seterusnya. Dengarlah apa yang  dikatakan Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau  menetapkan bagaimana pemilihan Khalifah sesudah beliau.<br />
“dari Ma’dan bin Abi Thalhah “Bahwa Umar bin al-Khaththab  radhiyallahu’anhu berkhuthbah pada hari Jum’at, lalu dia menyebutkan  Nabi Allah Shallallahu’alaihiwasallam, dan menyebutkan Abu Bakar. Dia  berkata, ‘Sesungguhnya aku berfirasat seakan-akan ayam jago mamatukku  tiga kali, dan menurut firasatku, itu tidak lain (tanda) kehadiran  ajalku. Dan sekelompok kaum menyuruhku untuk menunjukkan penggantiku.  Dan Allah tidak berkehendak menghilangkan agamaNya dan tidak pula  khilafahnya (maka aku boleh memutuskan penggantiku atau tidak  sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihiwasallam), dan tidak pula ajaran yang  dibawa oleh NabiNya Shallallahu’alaihiwasallam. Jika kematian datang  segera menjemputku, maka kekhilafahan adalah dipilih dengan cara  musyawarah di antara enam orang yang Rasulullah  Shallallahu’alaihiwasallam wafat dalam keadaan ridha kepada mereka. Dan  sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa sekelompok kaum ada yang merusak  masalah ini. Saya terpaksa memukul mereka dengan tanganku ini atas  dasar Islam. Jika mereka melakukan hal ini maka mereka itulah musuh  Allah yang kafir lagi sesat.” (HR Muslim)</p>
<p>Begitu tegasnya Umar dalam masalah kekhilafahan ini, dan ini semua  merupakan hujjah yang nyata bahwa sistem kepemimpinan Islam adalah  sistem kepemimpinan yang nyata..</p>
<p>Sekarang Kekhilafahan telah hilang dari umat, ketika ada sekelompok  orang yang mendakwahkan untuk tegaknya kekambali kekhilafahan,  sebahagian dari kita ada yang menolak tanpa ada hujjah yang nyata,  bahkan ada yang mengatakan itu hanya merupakan tafsiran dari Hizbut  Tahrir saja, dan banyak alasan yang tidak mempunyai hujjah yang kuat  sama sekali. Sementara begitu banyak hadits yang berbicara tentangnya,  dan wajibnya menjaga keberlansungannya.</p>
<p>Kita disuruh berpegang kepada Sunnah Rasulullah SAW, dan sunnah para  Khulafa Rasyidin sebagaimana sabda sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana  sabda beliau:</p>
<p>“Wajib atasmu memegang teguh akan sunnahku dan sunnah khulafur  rasyidin yang diberi petunjuk (oleh Allah) setelahku. Dan berpeganglah  kepada sunnah-sunnah itu dengan kuat dan jauhilah olehmu urusan-urusan  yang diada-adakan, maka sesungguhnya setiap yang diada-diadakan itu  adalah bid’ah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</p>
<p>Dan Kekhilafahan adalah sunnah Rasulullah dan sunnah para Khulafa  Rasyidin, yang akan menjaga keberlansungan hidup Islam dan umatnya,  bukan sekedar tafsiran kelompok tertentu saja, bukan pula suatu utopia.  Tetapi sunnah yang merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan  sebagaimana sunnah-sunnah lainnya.</p>
<p>Wallahualam bishawwab.﻿</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=745&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/kekhilafahan-adalah-sunnah-rasulullah-saw-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grieving..</title>
		<link>http://www.amuluk.com/grieving?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=grieving</link>
		<comments>http://www.amuluk.com/grieving#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 03:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ardi Muluk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Contemplation]]></category>
		<category><![CDATA[Grief]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.amuluk.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Prophet saw cried when his son Ibrahim passed away ..
He has tears in his eyes that ask 'Abdur Rahman bin' Auf radliallahu 'anhu to He: "Why are you crying, O Messenger of Allah?".
Rasulullah replied: "O Ibn 'Auf, this really is a blessing (cries of affection)."
Then he said again:
"Both eyes may shed tears, the heart may be sad, we just did not say except what was blessed by our Lord. And we do with this separation must have been sad, O Abraham." (Bukhari)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/kesedihan-11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-737" style="margin: 10px;" title="kesedihan-1" src="http://amuluk.com/wp-content/uploads/2010/08/kesedihan-11-300x203.jpg" alt="" width="144" height="98" /></a>Grieving, According to Islam&#8230;</p>
<p>Who says we could not grieve&#8230;?<br />
Prophet saw cried when his son Ibrahim passed away ..<br />
He has tears in his eyes that ask &#8216;Abdur Rahman bin&#8217; Auf radliallahu &#8216;anhu to He: &#8220;Why are you crying, O Messenger of Allah?&#8221;.<br />
Rasulullah replied: &#8220;O Ibn &#8216;Auf, this really is a blessing (cries of affection).&#8221;<br />
Then he said again:<br />
&#8220;Both eyes may shed tears, the heart may be sad, we just did not say except what was blessed by our Lord. And we do with this separation must have been sad, O Abraham.&#8221; (Bukhari)<br />
<span id="more-736"></span><br />
My best friend, we have a heart.<br />
we are not like a stone, an inanimate object that can not feel anything ..</p>
<p>If you turn off the feelings ..<br />
You will destroy your inner self ..</p>
<p>Use your feelings, according to the rules that come from Him..<br />
Hopefully you will be filled with a burning passion</p>
<p>You&#8217;ll hate the kufr<br />
You will hate the zhalim deeds</p>
<p>Afraid of losing His affection<br />
Cried when you expects His forgiveness</p>
<p>That&#8217;s my brother, the usefulness of the feeling ..<br />
Creating a beautiful life filled with love ..</p>
<p>Because the feeling of soft, pure heart<br />
Obtained by making the Qur&#8217;an and Sunnah as guidance for the heart &#8230;</p>
<p>Wallahualam bishawwab</p>
<img src="http://amuluk.com/?ak_action=api_record_view&id=736&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.amuluk.com/grieving/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
